Hitung Bunga Tabungan atau Pinjaman
Bedanya Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk
Bunga tunggal dihitung hanya dari modal awal setiap periodenya, sehingga nilainya tetap dari tahun ke tahun. Ini rumusnya:
Bunga majemuk dihitung dari saldo terakhir, jadi bunga tahun sebelumnya ikut berbunga. Saldo tumbuh makin cepat seperti bola salju:
Contoh: Modal Rp 1.000.000, Bunga 5% per Tahun, Selama 3 Tahun
- Bunga tunggal: bunga = 1.000.000 × 5% × 3 = Rp 150.000, total Rp 1.150.000.
- Bunga majemuk: total = 1.000.000 × 1,05³ ≈ Rp 1.157.625.
Selisihnya terlihat kecil dalam tiga tahun, tapi semakin lama waktunya semakin besar jurang antara keduanya. Di sinilah kekuatan bunga majemuk.
Kapan Dipakai Rumus Masing-Masing?
| Situasi | Umumnya Memakai |
|---|---|
| Tabungan bank biasa | Bunga tunggal (dibayarkan per periode) |
| Deposito diperpanjang otomatis | Bunga majemuk |
| Pinjaman bank / kredit | Anuitas (mirip konsep majemuk) |
| Soal matematika SD-SMP | Bunga tunggal |
| Soal matematika SMA / ekonomi | Bunga majemuk (deret geometri) |
Untuk soal pelajaran, perhatikan kata kunci di soal: jika bunyinya "bunga dibayar tiap tahun dan tidak digabung" berarti tunggal; jika "saldo ditambah bunga lalu dibiarkan lagi" berarti majemuk.
Pertanyaan Umum
Berapa bunga tunggal dari Rp 2.000.000 selama 2 tahun dengan bunga 6%?
Bunga = 2.000.000 × 6% × 2 = Rp 240.000, sehingga total saldo menjadi Rp 2.240.000.
Kenapa hasil bunga majemuk lebih besar?
Karena bunga yang sudah masuk ikut dihitung bunganya pada periode berikutnya. Semakin panjang waktunya, efek penggandaan ini makin kuat.
Apakah bisa untuk hitung bulanan, bukan tahunan?
Bisa dengan menyesuaikan satuan: pakai bunga per bulan dan jumlah bulan sebagai n. Misal bunga bank 6% per tahun berarti sekitar 0,5% per bulan.
Apakah data yang saya isi disimpan?
Tidak. Semua perhitungan berjalan langsung di browser dan tidak ada data yang dikirim ke server mana pun.